• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Tampilkan postingan dengan label pariwisata karo. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pariwisata karo. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Agustus 2015

Sedikit Cerita Tentang Social Tourism Care 2015


Pada tahun 2014, Traveling Medan Comm dan Pariwisata Sumut (pariwisataSUMUT.Net) mengadakan social tourism care di tahun pertamanya dengan membawa adik-adik dari panti asuhan Aceh Sepakat. Berangkat dari tahun tersebut, kami memutuskan untuk menjadikan Social Tourism Care sebagai agenda tahunan hingga kemudian pada 2015 kembali diadakan. Adalah harapan besar untuk dapat menjadikan kegiatan ini dalam kuartal pertahun, persemester, triwulan atau bahkan perbulan, semoga.

Bersyukur sekali rasanya bertemu dan mengenal orang-orang yang benar peduli, dengan menggandeng tangan komunitas-komunitas seperti Michael Jackson Lovers Indonesia (MJLI-Medan), WakjonMedan, Tauko Tembung, lapakMedan, CumaMedan, Balistarholidays, Golden Horse Tour and Travel dan portal Medan Kreatif, kegiatan Social Tourism Care 2015 berjalan dengan sangat baik. Tak lupa juga saya ingin mengucapkan terimakasih banyak kepada Team Traveling Medan dan PariwisataSUMUT.Net dan juga para peserta trip.



Sedikit Cerita Di Perjalanan
Menempuh waktu sekitar 3 jam, kami berangkat dari Kota Medan menuju camp pengungsian di Desa Mardinding. Jalan yang kopak-kapik menjadi rute melelahkan, di sepanjang perjalanan saya berfikir dan was-was bagaimana ribetnya team-team saya yang menggunakan kenderaan bermotor untuk menuju lokasi. But thanks God, everything was being great!

Merinding, atmosphere kengerian tersebut saya rasakan ketika melalui rute yang cukup ekstrim, bebatuan dan jalan longsor akibat gerusan erupsi Sinabung menghiasi guratan luka di Tanah Karo. Tanah Karo Simalem yang begitu digilai oleh wisatawan baik domestik dan internasional kini tengah berduka tanpa tahu kapan duka itu akan berujung. Di kejauhan asap gunung Sinabung masih saja mengepul, landscape Sinabung sudah berubah. Ah...!! seumur hidup saya sekalipun belum pernah menginjakkan kaki di Gunung tertinggi ke dua di Sumatera Utara itu, ia tengah bergelora.

Sekitar pukul 12.00 (saya lupa tepatnya jam berapa), kami tiba di Camp Pengungsian Desa Mardinding, owh iya, kami sempat menuju camp pengungsian sebelumnya yang ternyata sudah dipindahkan ke area yang lebih aman.

Ada senyum bahagia di setiap sudut bibir kami, meski di dalam hati degup kepedihan tetap merajai saat melihat apa yang ada di depan mata. Kami seakan tenggelam dalam lirik-lirik pilu diatas senyum para pengungsi yang kami temui di camp. Kami dan para pengungsi berbagi cerita, tentang kehidupan, mendengar setiap inci mozaik warna yang menghablur ditengah gemuruh Sinabung, tentang masa depan,  memaknai waktu demi waktu yang semakin suram seakan hilang.

Saya bersyukur bisa bercengkrama dan duduk diantara ibu-ibu pengungsi, memerahkan bibir dengan sirih (demban) bersenda gurau dan sejenak melepas rinai parau berderak. Meski hanya sebentar, ada semangat dan motivasi yang saya dapatkan dari kegiatan social tourism care 2015 kali ini. Tak hanya itu, senyum bahagia dan keceriaan adik-adik di camp pengungsian membuat saya sangat bahagia, saya percaya bahwa semua peserta trip pada kegiatan travel care merasakan hal yang sama.

Sampai jumpa di Social Tourism Care selanjutnya,
"kita berbagi bukan karena kita kaya, akan tetapi kita pernah merasakan betapa sedihnya berada di posisi mereka"



Selasa, 10 Desember 2013

Menelisik Rumah Bung Karno Di Berastagi

Monumen Bung Karno Di Berastagi

Soekarno, bapak presiden pertama negara Indonesia yang telah menghantarkan ibu pertiwi ke pintu gerbang kemerdekaan. Beliau adalah sosok pahlawan bangsa dari cengkraman penjajahan.

Film Soekarno karya sutradara besar Hanung Bramantiyo mengingatkan penulis betapa besarnya perjuangan yang harus dilewati tokoh proklamator Indonesia tersebut demi menggapai cita-citanya membawa rakyat Indonesia ke pintu gerbang kemerdekaan.


Di kota Berastagi kabupaten Karo, terdapat sebuah rumah pengasingan bung Karno pada  tanggal 22 desember 1984 silam. Selama 23 hari ayah dari mantan presiden ibu Megawati Soekarno Putri tersebut diasingkan di tanah karo yang kemudian diasingkan lagi ke kota Parapat.

Rumah Bung Karno Dalam Bentuk Miniatur
Rumah pengasingan bung Karno di kota Berastagi menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib bagi penyuka sejarah dan bahkan bagi seluruh warga masyarakat. Karena pada dasarnya sebagai warga yang baik tidaklah baik melupakan sejarah dan tokoh-tokoh perjuangan bangsa.

Meski terlihat sederhana namun rumah bung Karno di berastagi tetap terlihat sangat menarik. Terdapat sebuah patung berukuran 7 m terbuat dari perunggu. Monumen bung Karno ini didirikan pada tahun 2005 oleh Guruh Soekarno Putra.

Rumah Pengasingan Bung Karno Di Berastagi
Walaupun hanya 23 hari diasingkan di Berastagi dan kemudian diasingkan ke Parapat. Namun masyarakat Karo pantas berbangga hati karena tokoh berwibawa dan bijak yakni Bung Karno pernah tinggal untuk sementara waktu di kota buah dan wisata Berastagi saat agresi Belanda kedua tengah berlangsung.

Melalui film Sukarno yang akan tayang dibulan Desember 2013 ini. Semoga rasa persatuan dan kesatuan yang ditanamkan beliau akan kembali merebak memenuhi segenap lapisan masyarakat Indonesia.

Selasa, 03 September 2013

Berastagi, Kota Kecil Memikat Di Tanah Karo



Berada sekitar 100 km dari Kota Medan, Berastagi Kabupaten Karo menjadi lokasi wisata favorit bagi banyak orang. Hal ini disebabkan karena jarak tempuh yang tidak terlalu jauh dari inti kota dan suasana yang amat sejuk menjadi daya tarik. 

Memakan waktu sekitar 2 jam dari kota Medan, anda akan melihat pesona keindahan tanah karo selama perjalanan. Tentunya pemandangan tersebut akan memanjakan anda tanpa harus merasa bosan dan lelah. 

Kota Berastagi karo berada pada ketinggian 1300 m dari atas permukaan laut dan dikelilingi oleh Bukit Barisan Sumatera. Pemandangan alam yang kerap memukau para pengunjung adalah gunung Sinabung dan Gunung Sibayak yang berdiri kokoh di kejauhan. Selain itu disepanjang kota Berastagi terlihat berbagai macam jenis bunga dan buah-buahan yang mana merupakan produk andalan Kabupaten Karo yang bahkan sampai di ekspor ke luar negeri. Buah tangan yang menjadi andalan para wisatawan adalah Buah markisa Berastagi, Anda dapat dengan mudah menemukannya di kota kecil nan sejuk ini.

Gundaling, salah satu tempat wisata di Berastagi adalah perbukitan kecil dengan pemandangan yang eksotis, mengelilingi kota Berastagi dengan menggunakan kuda adalah pilihan yang tepat bagi anda.

Sebagai DTW yang memiliki tingkat kunjungan tertinggi setelah Danau Toba, Berastagi dipenuhi dengan hotel-hotel mulai dari low end hingga high end seperti Mutiara Hotel, MIckey Holidays Hotel dan masih banyak lagi lainnya.

antz. pariwisata SUMUT