• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Tampilkan postingan dengan label wisata budaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata budaya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Mei 2014

10 Tempat Wisata Di Sumatera Utara

"Budaya menghantarkan kita pada satu titik tertinggi dari makna kehidupan - Antz"

Indonesia mengalami masa kejayaan di saat kerajaan Majapahit berkuasa hampir di seluruh nusantara bahkan di  negara-negara lain. Sumpah Palapa, dari sang maestro nasionalis Gajah Mada mengukir tonggak betapa ditakutinya kerajaan Majapahit tersebut saat dulu. Sumatera Utara sebagai satu provinsi di pulau Andalas diyakini pernah menjadi saksi sejarah dari kerajaan Sumpah Palapa. Hal tersebut terlihat dari peninggalan bersejarah hindu yang ditemukan hampir diseluruh pelosok kabupaten. Bukti bahwa Medan Marelan pernah menjadi pusat perdagangan dunia semakin terkuak, penemuan situs-situs cina menjadikan Medan tidak hanya layak disebut sebagai destinasi wisata kuliner namun juga wisata budaya.

Untuk itu, penulis tertarik untuk membahas tentang destinasi wisata budaya di Sumatera Utara, sebagai acuan bagi kita kawula muda untuk lebih mencintai dan menghargai tanah kelahiran dimana kaki kita berpijak. Sebab dari sejarah kita bisa mengukur dan membandingan dua zaman yang berbeda.

10 Tempat Wisata Budaya Di Sumatera Utara 

1. Candi Simangambat - Mandailing Natal
Mandailing Natal, sebuah kabupaten yang mayoritas penduduknya bersuku etnis Mandailing. Selain memiliki garis pantai terpanjang di Sumatera Utara kabupaten ini juga memiliki destinasi wisata budaya SUMUT yang tak boleh anda lewatkan yakni Simangambat. 
Untuk mengetahui lebih detil tentang candi ini silahkan klik disini

2. Candi Portibi - Padang Lawas
Kawasan Mandailing sepertinya menjadi sentra peradaban Hindu di tanah Tapanuli dahulu kala, hal tersebut terbukti dari banyaknya Candi ditemukan di daerah ini. Selain Candi Simangambat, Candi Portibi yang terletak di wilayah kabupaten Padang Lawas, kabupaten hasil dari pemekaran kab Mandailing Natal ini memang unik, keindahan dan panorama alam sekitar dan terjaganya candi Portibi tentu menjadi daya tarik bagi setiap wisatawan.
Untuk mengetahui lebih detil tentang candi Portibi silakan klik disini

3. Mejan - Penanggalen - Pakpak Bharat
Pakpak Bharat, kabupaten hasil dari pemekaran dari Dairi, berbatasan langsung dengan provinsi Aceh yang mayoritas penduduknya bersuku etnis batak Pakpak, mata pencaharian penduduk kab Pakpak Bharat mayoritas bertani, hasil pertanian yang harus anda cicipi dari daerah yang beribukotakan Salak ini adalah Nenas, komoditas unggulan yang kerap dijadikan sebagai buah tangan. Mejan merupakan bentuk dari peninggalan kebudayaan Hindu di Sumatera Utara. Hampir di setiap kecamatan/desa memiliki Mejan (Menhir).
Untuk mengetahui lebih detil tentang Mejan silakan klik disini

4. Situs Hopong - Tapanuli Utara
Menikmati Pariwisata Tapanuli Utara berarti menikmati pesona budaya batak leluhur yang masih terjaga hingga saat ini. Keindahan Taput tidak hanya sebatas wisata alam tetapi keberadaan situs sejarah yakni Hopong akan memperkaya khasanah pengetahuan anda tentang Indonesia. Situs hopong terletak di desa Hopong, oleh karena itu pula diberi nama situs Hopong. Situs ini sama seperti peninggalan sejarah tentang kehadiran pengaruh hindu di Sumatera Utara.
Untuk mengetahui lebih detil tentang Situs Hopong silahkan klik disini

5. Situs Kota Tua Cina - Medan Marelan
Peradaban tinggi di dataran rendah, pesisir kota Medan Marelan di zaman dulu kala dapat anda saksikan di Situs Kota Tua Cina. Penelitian mengenai situs ini telah dimulai sejak lama hingga akhirnya didirikan sebuah museum tempat penyimpanan benda-benda bersejarah berkaitan dengan keberadaan kota tua Cina di Medan Marelan.
Untuk mengetahui lebih detil tentang Situs Kota Tua Cina sila klik disini

6. Makam Papan Tinggi - Tapanuli Tengah
Sebagai pintu masuk agama islam pertama di Indonesia, Barus menjadi destinasi wisata religi berbasis islam di Sumatera Utara. Tapanuli Tengah yang terkenal dengan wisata bahari seperti Pulau Murshala dan Pulau Putri akan menjadi semarak bila anda menyempatkan diri berkunjung ke Makam Papan Tinggi, sisi lain dari kabupaten Tapanuli Tengah. Makam ini terletak di desa Penanggahan kecamatan Barus Utara.
Untuk mengetahui lebih detil tentang Makam Papan Tinggi sila klik disini

Rabu, 14 Mei 2014

Festival Danau Toba 2014


Pada tahun lalu, kabupaten Samosir menjadi tuan rumah Festival danau Toba 2013 yang diselenggarakan dengan menghabiskan dana yang cukup fantastis kini di tahun 2014 Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif kembali menyelenggarakan perhelatan pariwisata terbesar di Sumatera Utara yakni Festival Danau Toba 2014.

Lokasi FDT 2014 bertempat di Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) yang beribukotakan Balige, salah satu destinasi wisata di kawasan Danau Toba yang terkenal dengan kekentalan budaya Bataknya. Jadwal Festival Danau Toba 2014 yang akan dipusatkan di Lumban Silintong ini akan diselenggarakan mulai pada tanggal 17 - 21 September 2014 sesuai dengan surat dari KEMENKRAF nomor HM.304/3/8/WPEK/2013 7 November 2013.

Pada Festival Danau Toba 2014, event dengan konsep wisata budaya dan olahraga akan mendominasi selama event ini berlangsung. Adapun sub event dari FDT 2014 terdiri dari lomba paralayang, lomba Arung Jeram (Rafting), lomba Solu Bolon, Lomba Monzak (seni bela diri khas Batak), Kuliner dan tak ketinggalan pagelaran/pameran pariwisata. Sama seperti pesta danau toba yang sebelumnya, dikesempatan ini juga akan ditampilkan kebudayaan dari 11 kabupaten yang bermukim di sekitar kawasan Danau Toba.

Icon Festival Danau Toba 2014 adalah Ulos, seperti yang kita ketahui bahwa ulos memegang peranan penting didalam setiap aspek kehidupan suku Batak. Bila icon FDT 2013 lalu patung Sigale-Gale raksasa menjadi pusat perhatian maka di FDT 2014 ulos terpanjang di dunia akan menjadi pusat perhatian.

Secara lebih rinci Kegiatan Di Festival Danau Toba 2014 meliputi:
- Pertunjukan Budaya
- Lomba Renang Tradisional
- Lomba Renang Internasional
- Pameran Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif
- Lake Toba World Drum Festival
- Fashion Show
- Lomba Solu Bolon
- Paralayang
- Arung Jeram
- Seminar Pariwisata
- Atraksi Budaya Lokal
- Lomba Vocal (Solo dan Group)

Untuk pra-event Festival Danau Toba 2014 akan diadakan pada 4-5 Mei 2014. 

Selasa, 13 Mei 2014

Hubungan Pariwisata Dan Budaya

Pariwisata sebagai industri kreatif perlu menstimuli wisatawan melalui kebudayaan dan kearifan lokal. Hal ini mengacu pada minat dari wisatawan itu sendiri terlebih mereka yang berasal dari luar negeri (wisatawan mancanegara). 

Hubungan pariwisata dan budaya tak bisa dipisahkan begitu saja, ada beberapa hal yang menjadi poin penting mengapa hal tersebut bisa terjadi:



1. Identitas
Kebudayaan mengandung cipta, rasa dan karsa yang sesungguhnya menjadi nilai khusus, memberikan efek daya tarik bagi setiap pengunjung. Rata - rata pengunjung mancanegara tertarik berkunjung ke suatu daerah karena mereka menganggap budaya di tempat yang akan mereka kunjungi berbeda dengan budaya yang mereka miliki. Kebudayaan sebagai identitas dimana melalui kebudayaan seseorang dapat dikenal lewat instrument yang ia tunjukkan seperti gaya hidup, bahasa, perilaku, adat-istiadat, dll. Misalnya kebiasaan wanita etnis karo yang kerap terlihat menyelipkan sugi berbentuk bulat besar dibibir mereka

2. Ciri Khas
Seseorang akan menganggap suatu budaya itu unik bila budaya yang ia miliki berbeda , tak diketahui, dan tak sama dengan budaya yang ia miliki. Melekatnya ciri khas terhadap suatu suku bangsa/etnis tertentu akan menjadi value added yang menjadi bahan pertimbangan bagi seseorang untuk berkunjung ke suatu daerah. Sebagai contoh: Upacara Mangokkal Holi pada sebagian besar masyarakat batak.

3. Norma
Norma, aturan tak tertulis namun mengikat pada suatu kelompok masyarakat tertentu. Aturan dalam kebudayaan suatu daerah tak jarang membuat wisatawan tertarik untuk berkunjung. Sebagai contoh suku Nias di Sumatera Utara yang terkenal dengan upacara Hombo Batu (Lompat Batu). Ritual ini diadakan sebagai patokan bagi pria Nias untuk menentukan apakah ia dianggap sudah dewasa atau tidak.

Acapkali kita menganggap budaya yang kita miliki tidak lebih baik dari budaya orang asing. Munculnya rasa malu akan budaya tradisional sendiri merupakan momok yang sangat menakutkan. Sikap penolakan tersebut berbentur pada eksistensi budaya itu sendiri. 

Rabu, 30 April 2014

Rumah Adat Sumatera Utara

Berkunjung ke suatu daerah tentu saja akan ada rasa ketertarikan budaya, baik itu adat istiadat, kuliner, sistem mata pencaharian, dll. Selain itu keberadaan rumah adat juga tentu mengundang kekaguman bagi setiap mereka yang hobby berwisata budaya.

Indonesia terdiri dari banyak suku etnis, berdiam di banyak pulau dengan ciri khas masing-masing. Tak terkecuali dengan Sumatera Utara. Terdapat banyak rumah adat dari berbagai macam suku etnis asli maupun pendatang yang dapat anda temukan di provinsi yang beribukotakan Medan ini.

Sebagai panduan kebudayaan Sumatera Utara, kali ini saya akan berbagi tentang rumah adat Sumatera Utara

1. Rumah Adat Toba (Batak Toba) - Jabu Bolon


2. Rumah Adat Karo (Batak Karo) - Waluh Jabu



3. Rumah Adat Simalungun (Batak Simalungun) - Rumah Bolon


4. Rumah Adat Pakpak (Batak Pakpak) - Sapo Mbelgah


5. Rumah Adat Melayu Deli  (Medan) 


6. Rumah Adat Nias 


7. Rumah Adat Mandailing (Batak Mandailing dan Angkola) - Sopo Godang


Senin, 14 April 2014

10 Jenis Tortor Batak

Tortor Batak

Tortor (Tari) adalah salah satu hasil dari cipta, rasa dan karsa kebudayaan Batak. Tortor kerap digunakan sebagai bagian penting didalam upacara, hiburan dan ritual masyarakat Batak. Setiap etnis dari suku Batak seperti Toba, Karo, Mandailing, Pakpak, Angkola dan lain-lain memiliki ciri tortor tersendiri. Namun secara garis besar dapat digambarkan beberapa jenis Tortor ditengah-tengah kebudayaan Batak seperti yang saya uraikan dibawah ini.

Tumba
Tarian ini biasanya dibawakan oleh anak muda hal ini berkaitan dengan tujuannya yang terlepas dari upacara sakral maupun ritual adat Batak. Tumba kerap dipertontonkan disetiap kegiatan hari besar seperti penyambutan tamu, pensi sekolah, dan memeriahkan kemerdekaan dan lain-lain. Gerakan tari marsitumba (melakukan tumba) terbatas pada gerakan tangan dan kaki tanpa memerlukan pakem yang sulit. Tarian Tumba biasanya diiringi oleh musik tradisional batak.
Tortor
Secara historis tarian batak Tortor diciptakan sebagai mediasi pemujaan terhadap debata mula jadi nabolon diiringi musik gondang sabangunan. Seiring dengan perkembangan dan kemajuan jaman tarian ini mulai ditampilkan kepada masyarakat umum. Tortor diatur dengan pola pakem yang sulit sehingga tidak sembarang orang yang bisa membawakan tarian ini. Secara historis dan tujuannya Tortor dapat dibagi kedalam berbagai jenis yakni:
-       Tortor hatopan.
-       Tortor hapunjungan

Doding
Berbeda dengan didang, doding adalah seni tarik suara pada masyarakat batak dengan tujuan menyemangati seseorang. Lantunan kata dan gerakan tangan manortor menjadi suguhan dari Doding.

Joting
Joting
merupakan seni suara khas masyarakat batak yang irama dan syairnya beraturan. Joting dipadukan dengan gerakan tarian seragam dipadukan dengan gerakan yang seragam.
Ende
Seiring dengan perkembangan kebudayaan batak, maka muncul pula kesenian berupa cipta lagu. Ende atau Nyanyian adalah bagian yang tak terpisahkan dari setiap tarian batak.

Didang
Nina bobo oh nina bobo, yaap� nyanyian yang mungkin sering anda dengarkan. Didang adalah nyanyian sejenis seni tarik suara pada masyarakat batak untuk menidurkan anak kecil.
Andung
Andung
merupakan ratapan kesedihan yang biasanya dilakukan oleh seseorang yang ditinggal atau mengalami duka yang teramat berat.Gerakan tangan, kata-kata yang keluar  dan airmata dari orang yang mangaddungi mampu membuat orang lain ikut hanyut dalam suasana serupa.

Oing
Bila didaerah jawa terdapat penyanyi sinden maka pada masyarakat batak terdapat penyanyi oing. Oing dinyanyikan dengan tehnik bercerita.
Dideng
mardideng berarti bernyanyi dengan maksud menyanjung/memuja seseorang seraya menggerakkan tubuh.

Minggu, 13 April 2014

Desa Wisata Di Sumatera Utara

Pemberdayaan desa sebagai tempat wisata kian berkembang, hal ini bertujuan untuk mengubah wajah dari desa agar terangkat dari sisi pariwisata ekonomi. Di Indonesia sudah terdapat banyak sekali desa wisata yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Untuk menjadi sebuah desa wisata, ada banyak hal yang menjadi patokan dasar diantaranya adalah aksesibilitas. sarana, prasarana dan fasilitas.
 
Desa Wisata Sumatera Utara
 
Secara umum, desa wisata di provinsi Sumatera Utara berada di kantung-kantung lokasi pariwisata yang memiliki daya tarik memikat dalam hal kebudayaan dan panorama. Ada 4 desa wisata di Sumatera Utara yang tersebar di kabupaten Samosir dan kabupaten Tanah Karo.
 
 
Desa Wisata Tuktuk
Tuktuk siadong sudah lama dikenal sebagai destinasi wisata di Kabupaten Samosir. Letaknya yang strategis dengan dikelilingi Danau Toba ditambah saratnya kebudayaan batak di desa ini merupakan daya tarik bagi wisatawan baik lokal maupun internasional. Pada tahun 1990 Desa Wisata Tuktuk tak pernah sepi baik siang maupun malam namun isu teroris, kurangnya pengetahuan pelaku pariwisata dan masyarakat setempat akan hospitality serta keadaan danau Toba menjadi pemicu berkurangnya minat berkunjung wisatawan dari tahun ke tahun. Tuktuk dijadikan sebagai lokasi pelaksanaan Festival Danau Toba 2013 silam.
Di desa wisata Tuktuk Siadong anda dapat menyaksikan keindahan panorama Danau Toba, bermain jet sky, berenang, dan juga memancing. Mengenai kebudayaan Batak anda juga dapat menyaksikannya secara langsung disini seperti aktifitas menenun ulos, pembuatan kerajinan tradisional batak, opera batak, dan juga hiburan bernuansa batak di caf�-caf� yang dapat anda temukan disepanjang jalan desa Tuktuk. Untuk mengetahu hal-hal menarik lainnya di Tuktuk silahkan baca artikel saya yang sebelumnya, klik Tuktuk Siadong Samosir
 
 

Desa Wisata Dokan
Desa Wisata Dokan terletak di kabupaten Tanah Karo. Desa wisata ini kerap juga disebut sebagai desa budaya Dokan. Hal ini berkaitan dengan suguhan budaya karo yang terlihat baik dari pola kehidupan, adat istiadat, kerajinan tangan, rumah adat, dan masih banyak lagi lainnya. salah satu hal yang paling menarik adalah sambutan hangat yang akan anda dapatkan ketika sudah sampai di gerbang desa wisata ini. Kabupaten karo terkenal dengan komoditas sayur dan buah yang bahkan sudah di import hingga ke luar negeri, begitu juga bila anda tengah berkunjung ke desa wisata Dokan maka tidaklah susah mencari aneka buah-buahan seperti jeruk. Untuk selengkapnya silahkan baca di Ayo Berwisata Budaya Karo ke Desa Dokan
 

Desa Wisata Jangga
Jangga Village, diatas pulau Samosir yang merupakan kaldera dari letusan gunung Toba pada 740.000 tahun silam berdiri sebuah desa wisata bernama Jangga. Bila dibandingkan dengan Tuktuk Siadong, desa wisata Jangga memiliki ciri-ciri khas tersendiri. Tuktuk Siadong lebih mengandalkan danau Toba sebagai daya tarik sedangkan desa Jangga menyuguhkan kekayaan budaya batak yang kental seperti zaman dahulu kala. Kegiatan yang paling menarik di desa wisata Jangga adalah melihat prosesi atau ritual adat ditengah-tengah masyarakat Batak. Selain itu melihat rumah-rumah adat besar menjulang tinggi yang dinamai Jabu Bolon berusia tua dan didalamnya terdapat berbagai peninggalan sejarah berkaitan dengan budaya Batak Toba.?

Sabtu, 05 April 2014

Wisata Budaya Batak Di Pulau Samosir

percikkan lagi masa dulu, saat adat istiadat masih menghentak di Tanah Batak. Sebab rindu ke masa itu takkan pernah surut seperti danau Toba.


Horas, nuansa budaya Batak begitu terasa erat merangkul, diatas sepotong Tanah surga, yaa.... pulau Samosir tepatnya diperbukitan menjulang diatas aek rangat, Pussuk Buhit. Asal muasal leluhur orang Batak yang kini telah menyebar keseluruh pelosok negeri.

Horas, fell the atmosphere of Batak Culture, hugging you on a paradise Island, sure..... Samosir, exactly Pussuk Buhit, bataknese believe that they comes from, till now days they have lived in every country around the world.

Ketertarikan saya akan budaya muncul sejak dilahirkan ke dunia, karena saya yakin bahwa orang yang berbudaya pasti beragama dan orang beragama belum tentu berbudaya. Lihat saja fakta bahwa begitu banyaknya umat yang tak leluasa beribadah, sembunyi, seolah kebebasan berTuhan tak bisa dimiliki oleh semua golongan. Fakta ini membuktikan betapa sedikitnya manusia yang berbudaya di muka bumi ini.

Budaya mampu menghantarkan kita pada peradaban masa lalu dan masa kini. Cipta, rasa dan karsa merupakan 3 komponen penting dalam kebudayaan yang mana dari ketiganya dapat kita nikmati baik secara langsung maupun tidak langsung.

Kali ini saya ingin membawa anda para pembaca menghablur menjadi orang Batak, mengenakan ulos kebanggaan seraya mengucapkan Horas, menelusuri jejak sejarah dan budaya Batak di Samosir, pulau terbesar di kawasan danau Toba.



1. Tomok
Bila anda berkunjung ke Danau Toba melalui pelabuhan kapal very di Parapat. Saya yakin anda pernah menginjakkan kaki di Tomok. Sebuah pusat perbelanjaan terbesar di pulau Samosir. Tomok dikenal karena jaraknya yang tidak terlalu jauh dari Parapat, bila anda naik very hanya membutuhkan waktu sekitar 2 jam saja. Tomok adalah destinasi wisata danau Toba disini kita bisa menemukan berbagai jenis souvenir berciri khas Batak. Salah satu kebudayaan Batak yang dapat anda saksikan adalah Sigale-gale, patung kayu yang menari berselempang ulos, Tabuhan musik tradisional khas Batak yang mengiringi gerak tangan dan tubuh Si Gale-gale membuktikan bahwa begitu kreatifnya orang Batak zaman dulu kala.

2. Museum Simanindo
Simanindo, ya.... menurut saya disinilah surga dari kebudayaan Batak. Lokasinya yang berada persis di tepi danau Toba ditambah kentalnya nuansa Batak di desa ini seolah menarik anda masuk menjadi halak hita (sebutan untuk sesama orang batak). Terdapat sebuah museum besar di desa ini yang bernama Museum Simanindo, menyimpan benda-benda pra sejarah orang Batak dari masa ke masa. Ukiran khas batak atau biasa disebut Gorga menghiasi setiap sisi dari bangunan ditambah keberadaan patung Sigale-Gale serta upacara adat yang biasa ditampilkan saat ada tamu berkunjung akan menghantarkan ada masuk kedalam peradaban batak yang sesungguhnya.

3. Desa Siallagan
Siallagan, sebuah desa budaya yang kerap dikunjungi oleh wisatawan terutama dari luar negeri. Salah satu daya tarik desa siallagan adalah pertunjukan ritual pemenggalan kepala. Ritual ini dulu kerap diadakan saat zaman hokum adat masih berlaku. Penggal kepala adalah hukuman bagi mereka yang melanggar hokum adat atau menyalahi norma adat istiadat Batak.

4. Hutatinggi
Diatas sebuah perbukitan pulau Samosir terdapat desa bernama Hutatinggi,  Parmalim, agama tradisional batak yang dicetuskan oleh Sisingamangara masih dapat ditemukan didaerah ini. Parmalim dipengaruhi oleh agama Kristen terutama katolik dan juga agama Islam.

5. Tugu
Tugu merupakan tempat penyimpanan tulang belulang bagi orang batak yang sudah meninggal. Tugu berbentuk bangunan besar dengan arsitektur yang sangat menarik. Untuk menyimpan tulang kedalam tugu maka sebelumnya diadakan ritual adat batak bernama Upacara Mangokkal Holi. Hampir seluruh etnis batak seperti Toba, Karo, Pakpak dll masih melakukan tradisi ini sampai sekarang. Tugu banyak ditemukan di daerah pulau Samosir, hal ini berkaitan dengan asal muasal orang Batak yang dipercaya berasal dari pulau yang terbentuk sejak 70000 tahun silam ini,



Masih banyak tempat menarik lainnya berkaitan dengan kebudayaan Batak, dilain artikel akan saya bahas lagi. Horas!! :)

Antonius Naibaho
pariwisata SUMUT
traveling MEDAN

Minggu, 01 Desember 2013

Tradisi Mandi Balimo (Marpangir) - Tapanuli

Tradisi Marpangir Balimo

Tradisi unik nan langka ini merupakan daya tarik bagi wisatawan mancanegara. Tradisi Mandi Balimo (Tapanuli Selatan) atau tradisi Marpangir (Seluruh kawasan Tapanuli) biasanya dilakukan saat sebelum puasa ramadhan dilaksanakan. 

Marpangir atau Mandi Balimo adalah upacara ritual turun temurun. Mandi Balimo secara harfiah berarti mandi dengan menggunakan rempah-rempah. Perasan jeruk air purut yang disiramkan ke seluruh bagian tubuh mulai dari kepala. Tradisi Mandi Balimo atau Marpangir pada masyarakat Tapanuli dipercaya mampu membersihkan dari sifat duniawi demi menyambut bulan puasa. 

Secara umum tradisi Marpangir atau Mandi Balimo pelaksanaannya dilakukan di sungai atau air mengalir. Sehingga tak jarang destinasi wisata alam, yakni lokasi pemandian umum akan sesak penuh oleh masyarakat untuk melakukan ritual unik dari Tapanuli ini.