• This is Slide 1 Title

    This is slide 1 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 2 Title

    This is slide 2 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

  • This is Slide 3 Title

    This is slide 3 description. Go to Edit HTML and replace these sentences with your own words. This is a Blogger template by Lasantha - PremiumBloggerTemplates.com...

Jumat, 13 Desember 2013

Pulau Bogi Di Kepulauan Hinako

Pulau Bogi Nampak Dari Kejauhan

Yahowu Ono Niha Nias.....!
merupaan sapaan yang kental di telinga masyarakat Nias dan wisatawan baik lokal maupun nasional.

Sebuah pulau kecil yang termasuk kedalam kawasan kecamatan Sirombu, Nias Barat Sumatera Utara.

Pulau Bogi dengan luasnya yang tergolong kecil merupakan destinasi wisata bahari di Nias Barat Pesona keindahan terumbu karang di bawah laut, Pasir putih disepanjang pantai, aneka ragam ikan berwarna warni menjadi alasan mengapa tempat ini layak dijadikan sebagai tempat snorkling, diving, dan fishing di Nias.


Wisata bahari adalah produk andalan dari kepulauan Nias. Salah satu pulau yang wajib dikunjungi bila tengah berplesir ke daerah yang terkenal dengan upacara lombat batu ini adalah Pulau Bogi di Nias Barat.

Pulau Bogi terkenal karena dahsyatnya gelombang laut, sehingga cocok dijadikan sebagai spot surfing terbaik. Hal ini berkaitan erat dengan keberadaan Nias yang termasuk di kawasan samudera Hindia yang terkenal dengan ombak tak terprediksi.

Untuk mencapai pulau ini diperlukan waktu sekitar 6 jam dari Gunung Sitoli dengan menggunakan kapal. Amatlah mudah untuk mencapai daerah ini, karena kapal-kapal di Nias banyak yang menyediakan sistem sewa.

Selain berkunjung ke pulau Bogi, cobalah berplesir ke pulau Bawa dan pulau Asu yang letaknya berdekatan dengan 6 pulau lainnya di kawasan kepulauan Hinoi.

Selasa, 10 Desember 2013

Desa Pegajahan, Bali Di Sumatera Utara


Bali, siapa yang tidak mengenal destinasi wisata ini. Mata dunia seolah terpaku melihat eksostisme dan keindahan pesona alam, budaya, religi, dan sejarahnya.

Namun bagi anda yang tidak memiliki budget cukup, datang dan berkunjunglah ke Desa Pegajahan di Serdang Bedagai. Maka anda akan merasakan atmosfer layaknya di pulau Dewata.


Desa Pegajahan berdiri dan hidup dengan pola hindu di Sumatera Utara. Patung, ukiran, dan tradisi turun temurun dari leluhur umat hindu bali di desa Pegajahan menyatu dan memberikan indahnya toleransi ditengah masyarakat Serdang Bedagai yang mayoritas beragama muslim dan dengan latar suku melayu dan batak.

Selain budaya bali yang kental di desa Pegajahan. Disini juga terdapat berbagai usaha kerajinan masyarakat. Jadi bagi anda yang hobby berwisata belanja tidak perlu was-was melewatkan kegemaran anda.

Kebudayaan bali di Sumatera Utara mulai muncul sejak tahun 1962. Kala itu sebuah PT Perkebunan mendatangkan tenaga kerja dari pulau dewata Bali. Namun seiring perkembangan dari masa ke masa, mereka hidup dan tinggal di Serdang Bedagai dengan mendirikan sebuah desa yang mana keseluruhan warganya merupakan keturunan Bali.


Desa Pegajahan biasa dikunjungi oleh wisatawan dan masyarakat hindu. Selain karena keunikannya, Pegajahan juga memiliki pura hindu tempat mereka beribadat dan sering menjadi pusat perayaan hari raya keagamaan Hindu.


Tidak membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai desa bali alias pegajahan. Hanya sekitar 2 jam dari kota Medan dan 20 menit dari Perbaungan. Kabupaten Serdang Bedagai memang memiliki destinasi wisata yang beragam, sehingga kerap dikunjungi oleh wisatawan. Beberapa destinasi wisata lain sebagai refrensi perjalanan anda adalah Pulau Berhala, Pantai Labu, Arung Jeram Bah Bolon, Pantai Cermin, Pantai Gudang Garam, dan masih banyak lagi.


Untuk informasi lebih detil mengenai wisata di Sumatera Utara silahkan follow akun twitter @pariwisataSUMUT atau @travelingMEDAN

boleh juga melalui CP: Anthony 085658080343

Indahnya Patung Dewi Kwan Im Di Siantar



Siantar adalah kota terbesar ke dua di Sumatera Utara setelah Medan.

Menikmati kota Siantar yang sangat terkenal dengan kuliner khasnya Roti Ganda dan Pangsit Siantar mungkin sudah kerap terdengar. Namun terdapat tempat wisata di Pematang Siantar yang harus anda kunjungi bila anda tengah berada kota kelahiran Adam Malik ini yakni Patung Dewi Kwan Im.


Patung Dewi Kwan Im Siantar menjadi icon Pariwisata Kota Pematang Siantar. Hal tersebut dikarenakan keunikan, sejarah dan kemegahan bangunan tempat beribadah agama Budha ini.


Patung Dewi Kwan Im berada di komplek Vihara Avaloskitespera. Pesona keindahan dan kemegahannya sangat memukau, memiliki tinggi 22,8 meter Patung Dewi Kwan Im adalah patung tertinggi di Indonesia bahkan di Asia Tenggara.


Patung Dewi Kwan Im dibangun pada tahun 2005 dengan menghabiskan dana sebesar 9 milyar. Tidak hanya itu, pengerjaan patung ini bahkan diluar dari prediksi penulis, ternyata icon pariwisata kota Pematang Siantar ini dibuat langsung di negeri tirai bambu alias China. Selain itu keseluruhannya terbuat dari material granit sehingga memerlukan pengerjaan selama 3 tahun hingga selesai dan dapat dinikmati seperti sekarang.


Lokasi Patung Dewi Kwan Im terletak di Jalan Pane, Tidak perlu tersesat bila hendak berkunjung ke wisata religi di Siantar ini karena mayoritas penduduk mengetahui alamatnya.


Wisatawan kerap berkunjung ke patung Dewi Kwan Im Siantar demi melihat kemegahannya, oleh karena hal tersebut pula MURI memberikan penghargaan karena keindahannya dan ketinggiannya yang mengalahkan objek lain yang sama.


Selain menikmati pesona Patung Dewi Kwan Im, tidak jauh dari kota Siantar terdapat beberapa objek wisata lain yang menarik dan layak dikunjungi. Seperti Parapat, Tanjung Unta, Rumah Bung Karno dan masih banyak lagi. Bila anda membutuhkan informasi Pariwisata Sumatera secara lebih lengkap, silahkan follow akun twitter @pariwisataSUMUT atau akun twitter penulis @Anthony_Riel yang sekaligus juga admin/moderator akun fanpage dan twitter Pariwisata SUMUT. 

Terimakasih sudah berkunjung... :) 

Menelisik Rumah Bung Karno Di Berastagi

Monumen Bung Karno Di Berastagi

Soekarno, bapak presiden pertama negara Indonesia yang telah menghantarkan ibu pertiwi ke pintu gerbang kemerdekaan. Beliau adalah sosok pahlawan bangsa dari cengkraman penjajahan.

Film Soekarno karya sutradara besar Hanung Bramantiyo mengingatkan penulis betapa besarnya perjuangan yang harus dilewati tokoh proklamator Indonesia tersebut demi menggapai cita-citanya membawa rakyat Indonesia ke pintu gerbang kemerdekaan.


Di kota Berastagi kabupaten Karo, terdapat sebuah rumah pengasingan bung Karno pada  tanggal 22 desember 1984 silam. Selama 23 hari ayah dari mantan presiden ibu Megawati Soekarno Putri tersebut diasingkan di tanah karo yang kemudian diasingkan lagi ke kota Parapat.

Rumah Bung Karno Dalam Bentuk Miniatur
Rumah pengasingan bung Karno di kota Berastagi menjadi salah satu destinasi wisata yang wajib bagi penyuka sejarah dan bahkan bagi seluruh warga masyarakat. Karena pada dasarnya sebagai warga yang baik tidaklah baik melupakan sejarah dan tokoh-tokoh perjuangan bangsa.

Meski terlihat sederhana namun rumah bung Karno di berastagi tetap terlihat sangat menarik. Terdapat sebuah patung berukuran 7 m terbuat dari perunggu. Monumen bung Karno ini didirikan pada tahun 2005 oleh Guruh Soekarno Putra.

Rumah Pengasingan Bung Karno Di Berastagi
Walaupun hanya 23 hari diasingkan di Berastagi dan kemudian diasingkan ke Parapat. Namun masyarakat Karo pantas berbangga hati karena tokoh berwibawa dan bijak yakni Bung Karno pernah tinggal untuk sementara waktu di kota buah dan wisata Berastagi saat agresi Belanda kedua tengah berlangsung.

Melalui film Sukarno yang akan tayang dibulan Desember 2013 ini. Semoga rasa persatuan dan kesatuan yang ditanamkan beliau akan kembali merebak memenuhi segenap lapisan masyarakat Indonesia.

Kamis, 05 Desember 2013

Legenda terjadinya Danau Toba



Meletus pada 75000 tahun silam, masyarakat lokal mempercayai akan proses terjadinya danau toba oleh karena kisah menyedihkan di tanah batak zaman dahulu kala. Danau Toba, dibalik keindahannya yang memukau ternyata menyimpan cerita terjadinya Danau Toba meski secara keilmuan tidak dapat diterima namun tentu saja menambah khasanah cerita rakyat di Sumatera Utara. 

Alkisah di sebuah desa hiduplah seorang pemuda bernama Toba, ia hidup sebagai petani. Setiap hari rutinitasnya mengharuskan ia untuk hidup mandiri karena Toba hidup sebatang kara. 

Suatu ketika selepas bekerja di ladang, Toba memancing disebuah sungai ia terbiasa mencari ikan disana. Namun nasib sial tengah melanda, hingga berjam-jam lamanya ia tak jua mendapat hasil tangkapan. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk pulang namun tertahan, ikan besar menyambar umpan. 

Ia pulang ke rumah dengan ikan hasil tangkapan, setibanya si Toba meletakkan ikan tersebut diatas meja. Sesaat setelah menemukan bumbu-bumbu sebagai pelengkap alangkah terkejutnya Toba demi melihat ikan sudah raib dari tempat semula. Emosi memuncak, ia lantas memukuli anjing peliharaanya. 

Tiba-tiba saja ia terkejut, seorang gadis manis berambut panjang berdiri dihadapannya, ia mengaku bahwa dia adalah ikan yang telah berubah menjadi wanita rupawan. 

Singkat cerita Toba dan sang gadis menikah hingga memiliki buah hati, mereka menamainya Samosir. 

Pulau Samosir
Suatu ketika sang ibu menyuruh anak tersebut mengantarkan makanan kepada Toba sang ayah. Namun masa kecil memang menggoda, Samosir malah keasikan dan lupa kewajiban. Samosir letih bermain bersama teman-temannya ia kemudian melahap makanan yang bukan haknya. 

Samosir melanjutkan perjalanan, petang. Sang ayah emosi demi melihat isi bekal hanya kepala ikan saja. Ia memarahi Samosir dengan mengucapkan asal usul ibunya. Janji tinggal janji, Toba telah melanggar ikrar. 

Sang ibu terhenyak mendengar pengaduan Samosir, ia lantas menyuruh Samosir untuk berlari ke tempat paling tinggi. 

Hujan deras disertai guntur memekakkan telinga, garis tangan terhenti. Toba telah melanggar janji. Sang ibu berubah menjadi ikan seperti semula. Hujan tiada henti membentuk danau yang sangat luas.

Gundaling - Good Bye My Darling


Pernahkah anda ke Tanah Karo? 

Kabupaten yang termasuk administratif pemerintahan Sumatera Utara ini memiliki 19 daerah tujuan wisata memukau untuk mengetahu daerah destinasi wisata tersebut silahkan klik disini untuk membacanya. 

Salah satu tempat yang kerap dikunjungi wisatawan adalah Gundaling. Sebuah bukit nan indah dengan pemandangan menajubkan dikota wisata Berastagi. 

Kata "Gundaling" bukanlah nama biasa, ia memiliki kisah dan latar belakang yang menyayat hati. 

Dulu kala, di masa sebelum Indonesia merdeka. Seorang pria missionaris berkebangsaan Inggris tinggal di Berastagi ia kerap kali mendatangi sebuah bukit karena darisana ia dapat melihat keelokan ciptaan Tuhan yang dianugerahkan kepada masyarakat Karo. 

Satu hari ia melihat seorang gadis dengan rambut panjang, naluri pria sebagai lelaki merasa tertarik hingga akhirnya keduanya saling dilanda asmara. 


Tetapi sungguh malang, hubungan keduanya tidak direstui keluarga sang gadis. Bahkan ia kemudian dijodohkan secara paksa dengan pria pilihan orangtua. 

 Saat tengah dipingit, sang pria mengajak sang gadis untuk melarikan diri namun malang, sang gadis tertangkap dijalan saat ia berusaha memenuhi janjinya dengan pria inggris untuk bertemu di bukit dimana mereka kerap melepas rindu dan menjalin kisah. Saat itu pula orangtuanya menikahkan putrinya dengan lelaki yang tak ia cintai. 

Waktu bergulir, sang gadis belum muncul juga memenuhi janji. Si pria berteriak seraya menangis memanggil pujaan hati. "Darling.....Darling". Namun ia tetap tak melihat kekasih pujaan hatinya muncul. Dengan berat hati akhirnya sang pria memutuskan untuk pergi, kembali ke kampung halaman dan menghapus luka. Ia mengucapkan kata "Good Bye My Darling", seiring waktu berjalan bukit tempat mereka meniti cinta dinamai masyarakat sekitar Bukit Gundaling yang merupakan singkatan dari Good Bye My Darling atau selamat tinggal kekasihku. Gundaling menjadi bukti bahwa cinta adalah anugerah, tak seorangpun berhak melarang, tak seorangpun bisa menduga cinta jatuh kepada siapa.

Minggu, 01 Desember 2013

5 Tradisi Unik Di Sumatera Utara


Tradisi merupakan suatu bentuk warisan budaya dari masa ke masa dan dipegang teguh oleh masyarakat atau suku di suatu wilayah. Tradisi budaya menjadi daya tarik bagi wisatawan untuk berkunjung, karena pola kebudayaan sangat beragam dan memiliki ciri khas tersendiri. 

Kali ini saya akan berbagi 5 tradisi masyarakat di Sumatera Utara yang masih dilakukan hingga sekarang dan tentunya menjadi daya tarik bagi mereka yang suka akan kebudayaan.



Tradisi mangokkal holi merupakan suatu tradisi turun temurun ditengah masyarakat batak. Semua etnis batak seperti Toba, Karo, Simalungun, Pakpak dan Angkola meski dengan penamaan berbeda namun inti dan tujuan ritual dari tradisi ini tetaplah sama, suku etnis Batak melakukannya secara besar-besaran dan tentu menghabiskan biaya fantastis. Hal tersebut karena biasanya selain memotong ternak, KLIK UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA



Tradisi Lompat Batu atau lenih dikenal dengan istilah Hombo Batu adalah sebuah atraksi kebudayaan yang sangat terkenal dari Nias.

Kebudayaan unik ini bahkan telah menjadi salah daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung selain menikmati keindahan pesona wisata baharinya yang memukau dan berbeda dengan yang lain. KLIK UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA



Tradisi unik yang satu ini berasal dari keluarga kesultanan Melayu di Tanah Deli dan sudah dilakukan secara turun temurun.

Tradisi Bubur Pedas dilakukan selama ibadah puasa bagi umat muslim berlangsung. Bubur pedas adalah makanan berupa bubur dengan rasa pedas yang dibagikan kepada masyarakat umum secara gratis alias tidak dipungut bayaran. KLIK UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA



Tradisi unik nan langka ini merupakan daya tarik bagi wisatawan mancanegara. Tradisi Mandi Balimo (Tapanuli Selatan) atau tradisi Marpangir (Seluruh kawasan Tapanuli)  Marpangir atau Mandi Balimo adalah upacara ritual turun temurun. Mandi Balimo secara harfiah berarti mandi dengan menggunakan rempah-rempah. Perasan jeruk air purut yang disiramkan ke seluruh bagian tubuh mulai dari kepala. KLIK UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA



Tradisi kenduri laut menjadi salah satu daya tarik memukau, budaya turun temurun warisan para leluhur sebagai ucapan terimakasih dari 20 kecamatan dan masyarakat Tapanuli Tengah kepada Tuhan atas anugerahNya sehingga hasil laut dan pertanian berlimpah. Melalui acara Kenduri Laut ini masyarakat Tapanuli Tengah berharap hasil bumi dan alam akan semakin meningkat pada tahun-tahun kedepannya. KLIK UNTUK MEMBACA SELENGKAPNYA